Laman Utama / Himpunan zikir dan doa
Zikir pagi dibaca selepas Subuh hingga matahari terbit. Berikut bacaan zikir pagi lengkap daripada Hisnul Muslim, dengan teks Arab, rumi, maksud, berapa kali setiap satu dibaca, kelebihan dan sumbernya.
ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Rumi
al-lahu lā ilāha illā huwa l-ḥayu l-qayūmu lā takhudhuhu sinatun walā nawmun lahu mā fī l-samāwāti wamā fī l-arḍi man dhā alladhī yashfaʿu ʿindahu illā bi-idh'nihi yaʿlamu mā bayna aydīhim wamā khalfahum walā yuḥīṭūna bishayin min ʿil'mihi illā bimā shāa wasiʿa kur'siyyuhu l-samāwāti wal-arḍa walā yaūduhu ḥif'ẓuhumā wahuwa l-ʿaliyu l-ʿaẓīmu
Maksud
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)
Kelebihan
Sesiapa yang membacanya pada waktu petang akan dilindungi oleh Allah daripada pelbagai gangguan hingga pagi. Sesiapa yang membacanya pada waktu pagi akan dilindungi hingga petang. [Riwayat al-Hakim (1:562). Syaikh al-Albani mensahihkannya dalam sahih at-Targhib wa at-Tarhib no. 655]
Sumber: Al-Quran Al-Baqarah: 255
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌ ٤ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّـٰثَـٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ ٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١ مَلِكِ ٱلنَّاسِ ٢ إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ ٣ مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ٤ ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦
Rumi
qul huwa l-lahu aḥadun al-lahu l-ṣamadu lam yalid walam yūlad walam yakun lahu kufuwan aḥadun qul aʿūdhu birabbi l-falaqi min sharri mā khalaqa wamin sharri ghāsiqin idhā waqaba wamin sharri l-nafāthāti fī l-ʿuqadi wamin sharri ḥāsidin idhā ḥasada qul aʿūdhu birabbi l-nāsi maliki l-nāsi ilāhi l-nāsi min sharri l-waswāsi l-khanāsi alladhī yuwaswisu fī ṣudūri l-nāsi mina l-jinati wal-nāsi
Maksud
Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat; "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya". Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada (Allah) Tuhan yang menciptakan sekalian makhluk, "Dari bencana makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; "Dan dari bahaya gelap apabila ia masuk; "Dan dari kejahatan makhluk-makhluk yang menghembus-hembus pada simpulan-simpulan (dan ikatan-ikatan); "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan dengkinya". Katakanlah (wahai Muhammad): "Aku berlindung kepada (Allah) Pemulihara sekalian manusia. "Yang Menguasai sekalian manusia, "Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, "Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, - "Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, - "(Iaitu pembisik dan penghasut) dari kalangan jin dan manusia".
Kelebihan
Sesiapa yang membacanya masing-masing tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka ia mencukupinya daripada segala sesuatu. [Riwayat Abu Dawud no. 5082 dan at-Tirmidhi no. 3575. Al-Hafizh Abu Thahir berkata sanad hadis ini hasan]
Sumber: Al-Quran Al Ikhlas: 1-4@Al-Quran Al Falaq: 1-5@Al-Quran An Naas: 1-6
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ ٱلْمُلْكُ لِلَّهِ، وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ، لَآ إِلَهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا ٱلْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا فِي هَذَا ٱلْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ ٱلْكَسَلِ وَسُوءِ ٱلْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي ٱلنَّارِ وَعَذَابٍ فِي ٱلْقَبْرِ
Rumi
Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
Maksud
Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.
Kelebihan
Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar daripada kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar daripada rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar daripada kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan daripada siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak. [Riwayat Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161]
ٱللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ ٱلنُّشُورُ
Rumi
Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.
Maksud
Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup, dengan kehendak-Mu kami mati, dan kepada-Mu kebangkitan.
Sumber: Riwayat at-Tirmidhi no. 3391 dan Abu Dawud no. 5068. Al-Hafizh Abu Thahir berkata sanad hadis ini sahih.
ٱللَّهُمَّ أَنتَ رَبِّي لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا۠ عَبْدُكَ، وَأَنَا۠ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا ٱسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَٱغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ.
Rumi
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Maksud
Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.
Kelebihan
Barangsiapa mengucapkan zikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. [Riwayat al-Bukhari no. 6306]
ٱللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنتَ ٱللَّهُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ
Rumi
Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
Maksud
Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.
Kelebihan
Barangsiapa yang mengucapkan zikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya daripada siksa neraka. [Riwayat Abu Dawud no. 5069. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa hadis ini hasan]
ٱللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ ٱلْعَفْوَ وَٱلْعَافِيَةَ فِي ٱلدُّنْيَا وَأْلـَٔاخِرَةِ، ٱللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ ٱلْعَفْوَ وَٱلْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ٱللَّهُمَّ ٱسْتُرْ عَوْرَاتِى وَءَامِن رَّوْعَاتِى. ٱللَّهُمَّ ٱحْفَظْنِي مِن بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَن يَمِينِي وَعَن شِمَالِي، وَمِن فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِن تَحْتِي
Rumi
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.
Maksud
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).
Kelebihan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta daripada pelbagai macam gangguan yang datang daripada pelbagai arah. [Riwayat Abu Dawud no. 5074 dan Ibn Majah no. 3871. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadis ini sahih]
ٱللَّهُمَّ عَـٰلِمَ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَأْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ أَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ نَفْسِي، وَمِن شَرِّ ٱلشَّيْطَـٰنِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوٓءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Rumi
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.
Maksud
Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.
Kelebihan
Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. [Riwayat at-Tirmidhi no. 3392 dan Abu Dawud no. 5067. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadis ini sahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan daripada riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahawa hadis tersebut sahih dilihat daripada jalur lainnya (sahih lighoirihi)]
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَا يَضُرُّ مَعَ ٱسْمِهِ شَىْءٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Rumi
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
Maksud
Dengan nama Allah yang apabila disebut nama-Nya, tiada sesuatu pun di bumi dan di langit dapat membahayakan. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Kelebihan
Sesiapa yang membaca zikir ini tiga kali pada waktu pagi dan tiga kali pada waktu petang, tidak akan ditimpa bahaya yang mengejutkan. [Riwayat Abu Dawud no. 5088, 5089, at-Tirmidhi no. 3388, dan Ibn Majah no. 3869. Al-Hafizh Abu Thahir berkata sanad hadis ini hasan.]
رَضِيتُ بِٱللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rumi
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
Maksud
Aku redha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam sebagai nabiku.
Kelebihan
Sesiapa yang membaca zikir ini tiga kali pada waktu pagi dan tiga kali pada waktu petang, layak baginya mendapat keredhaan Allah. [Riwayat Abu Dawud no. 5072 dan at-Tirmidhi no. 3389. Al-Hafizh Abu Thahir berkata hadis ini hasan]
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِيٓ إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Rumi
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.
Maksud
Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).
Kelebihan
Zikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [Riwayat Ibn As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadis ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227]
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ ٱلْإِسْلَـٰمِ وَعَلَى كَلِمَةِ ٱلْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِينَآ إِبْرَٰهِيمَ، حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Rumi
Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin
Maksud
Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.
Sumber: Riwayat Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih sesuai syarat al-Bukhari Muslim. Lihat pula As Silsilah Ash Shahihah no. 2989
سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Rumi
Subhanallahi wa bi-hamdih.
Maksud
Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.
Kelebihan
Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallahi wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik daripada yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih daripada itu. [Riwayat Muslim no. 2692]
لَآ إِلَهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ ٱلْمُلْكُ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرُ
Rumi
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Maksud
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Kelebihan
<p><b>Faedah jika dibaca 1 atau 10 kali</b></p> <p>Barangsiapa yang membaca zikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya daripada gangguan setan hingg petang hari. Sesiapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. [Riwayat An Nasai Al Kubra 6:10]</p> <br /> <p><b>Faedah jika dibaca 100 kali dalam sehari</b></p><p>Barangsiapa yang mengucapkan zikir tersebut dalam sehari sebanyak seratus kali, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga daripada gangguan setan daripada pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik daripada yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih daripada itu. [Riwayat al-Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691]</p>
سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Rumi
Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.
Maksud
Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.
Kelebihan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahawa zikir di atas telah mengalahkan zikir yang dibaca oleh Juwairiyah daripada selepas Subuh sampai waktu Dhuha. [Riwayat Muslim no. 2726]
ٱللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَّافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُّتَقَبَّلاً
Rumi
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Maksud
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).
Kelebihan
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik). [Riwayat Ibn Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa hadis ini sahih]
أَسْتَغْفِرُ ٱللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Rumi
Astagh-firullah wa atuubu ilaih.
Maksud
Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.
Sumber: Riwayat al-Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702
Guna tasbih online percuma, atau simpan zikirmu dengan peringatan dan sejarah dalam Dzikir App.
Buka tasbih onlineTeks daripada Dzikir App, dengan sumber seperti yang dinyatakan pada setiap bacaan.
© 2026 TIM SYAAP SYAAP Hak cipta terpelihara.